images 57

Prabowo Tinggalkan Prancis dengan Hasil Besar, Seberapa Strategis Dampaknya bagi Indonesia?

Paris – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengakhiri rangkaian kunjungan kenegaraan ke Prancis pada 29 Mei 2026 setelah menjalani sejumlah agenda strategis bersama pemerintah Prancis selama tiga hari.

Kepala negara kembali ke Indonesia pada 30 Mei 2026 dan tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kunjungan tersebut menjadi lawatan keempat Presiden Prabowo ke Prancis sejak menjabat sebagai presiden.

Agenda utama kunjungan berlangsung di Istana Élysée saat Prabowo menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama di bidang pertahanan, investasi, energi, pendidikan, hingga kebudayaan.

Macron menegaskan Indonesia merupakan salah satu mitra strategis utama Prancis di kawasan Indo-Pasifik. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap peran Indonesia dalam mendukung berbagai upaya perdamaian internasional, termasuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Sementara itu, Presiden Prabowo mendorong perluasan kerja sama pendidikan antara kedua negara, termasuk peningkatan pengajaran bahasa Prancis di Indonesia dan perluasan akses bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di Prancis.

Dari sisi ekonomi, kunjungan tersebut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai total sekitar US$3,5 miliar atau setara Rp57 triliun. Kesepakatan itu mencakup sektor energi, perdagangan, dan industri pertahanan.

Indonesia dan Prancis juga meluncurkan Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia–Prancis yang mempertemukan puluhan pelaku usaha dari kedua negara guna mempercepat investasi dan kerja sama ekonomi.

Di bidang pertahanan, kedua negara menegaskan komitmen memperkuat kemitraan yang telah terjalin, termasuk melalui kedatangan gelombang pertama pesawat tempur Rafale ke Indonesia. Kedua pihak juga sepakat melanjutkan dialog pertahanan tahunan serta memperluas kolaborasi industri pertahanan.

Melalui pernyataan bersama, Indonesia dan Prancis menyepakati peningkatan hubungan bilateral menuju Kemitraan Strategis Komprehensif. Kedua negara juga mendukung percepatan penyelesaian perjanjian kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa guna memperluas arus perdagangan dan investasi.

Kunjungan ini menjadi salah satu capaian diplomasi penting bagi pemerintahan Presiden Prabowo, dengan fokus pada penguatan kerja sama ekonomi, pertahanan, dan pengembangan sumber daya manusia yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *